Wisata Religi Ke Masjid Al-Ra’iyah DPRD Sumsel

Uncategorized

Masjid Al-Ra’iyah adalah sebuah bangunan masjid megah yang berada di komplek perkantoran DPRD provinsi Sumatera Selatan di kota Palembang. Bangunan masjid ini dibangun untuk memenuhi berbagai macam  kebutuhan umat muslim yang tinggal di kawasan perkantoran tersebut dan juga untuk iabadah umat muslim khusus nya yang bermukim di sekitarnya. Secara harfiah “Al-Ra’iyah” yang menjadi nama masjid ini berarti “Rakyat”, nama itu speertinya sangat  pas dan relevan untuk masjid yang baru dan juuga  berdiri dan dibangun di komplek para wakil rakyat.

Wisata Religi Ke Masjid Al-Ra'iyah DPRD Sumsel

Selama ini karena belum adanya masjid, pelaksanaan sholat Jum’at di komplek DPRD Sumsel ini dilakukan di mushola DPRD yang berada di lantai dasar gedung DPRD Sumsel. Dengan selesainya pembangunan masjid ini, pelaksanaan sholat jum’at dan aktivitas ke-Islaman dipusatkan di masjid ini, tidak saja bagi anggota dewan, staf dan pegawainya namun juga bagi masyarakat muslim di sekitarnya.

Pembangunan masjid Al Ra’iyah ini dilaksanakan sejak tahun 2013 ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumsel saat itu yakni H Alex Noerdin dan juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel (2009-2014) Ir Wasista Bambang Utoyo didampingi pejabat DPRD Provinsi Sumsel sebagai data dan juga simbolis dimulainya pembangunan masjid tersebut.

Pembangunan masjid ini atas prakarsa dari pimpinan DPRD Sumsel periode 2009-2014 lalu kemudian dirancang oleh arsitek Kasmidi Jaya. Dana pembangunannya masjid Al-Ra’iyah ini bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2013/2014, pelaksanaannya dilakukan selama dua tahap, tahap pertama menghabiskan dana hingga Rp 3,2 milyar dan tahap kedua dengan dana  Rp 3,8 milyar sehingga total dana yang digunakan sebesar Rp 7 Milyar.

Peresmian Masjid Al-Ra’iyah ini secara terbuka dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 6 Februari 2015 yang lalu oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin ditandai dengan pemotongan pita bersama sama dengan para pimpinan lembaga pemerintah provinsi Sumatera Selatan, dilanjutkan juga dengan penandatanganan prasasti oleh H. Alex Noerdin serta penyelenggaraan ibadah sholat Jum’at untuk pertama kalinya di masjid tersebut.

Baca Juga: Tahap Pembuatan Kubah Masjid Galvalum

Turut hadir juga dalam acara peresmian tersebut diantaranya adalah Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Iskandar M Syahril dan Kapolda Sumsel Iza Fadri, Plt Walikota Palembang Harnojoyo, para anggota DPRD Sumsel, tokoh Agama Sumsel, serta sekitar 300 lebih undangan.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dalam sambutannya juga sempat mengatakan bahwa masjid Al-Ra’iyah ini terlalu besar bila hanya digunakan untuk jajaran DPRD Sumsel saja, karenanya beliau menyarankan kepada jajaran staf dan juga pengelola masjid agar dapat membuka pintu yang secara langsung dapat berhadapan dengan jalan Raya agar dapat memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan masjid ini dengan mengutamakan juga keamanan.

Masjid Al-ra’iyah ini secara total memiliki lahan dengan luas secara keseluruhan yang berada di area lahan mencapai 12 hektar. Adapun yang baru dimanfaatkan hanya seluas 6,2 hektar saja. Pada bangunan masjid lantai satu ini terdapat area dengan luas mencapai 860 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 1.450 jamaah.

Lantai masjid dua ini mempunyai hingga luas 737 meter persegi dapat menampung hingga 1.000 jamaah. Adapun kluster masjid  ini mempunyai area dengan luas mencapai 1.800 meter persegi yang mana mampu menampung sekitar 3.500 jamaah. Serta pelataran penghubung sekitar yang berjumlah 1.000 meter persegi diklaim mampu menampung hingga 1.500 jamaah.

Kubah utama masjid Al-ra’iyah ini juga diapit oleh dua  buah kubah berukuran kecil namun agak sedikit melebar,yang mana berada pada bagian sisi sebelah kiri dan juga sisi sebelah kanan nya. Untuk ornamen masjid  dibuat sangat bagus dan juga sangat mengesankan agar arsitektur bangunan masjid ini terlihat seperti bangunan masjid  khas Timur Tengah.

Masjid ini juga dilengkapi dengan sarana dan prasarana pendidikan berupa Raudhatul Arhfal atau Taman Kanak Kanak berbasis ajaran Islam dan juga  Pendidikan Anak Anak Usia Dini (PAUD).

Nantinya masjid ini juga akan dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas pendukung seperti halnya gedung-gedung pertemuan, gedung training, gedung tahfidz Quran serta sentra pengembangan ekonomi masyarakat, mengingat letaknya yang strategis dan sejak sebelum dibangun semegah ini pun sudah menjadi persinggahan favorit pengguna jalan di ruas jalan Raya Sumsel.

Celah-celah masjid ini juga dibuat agak lengang sedikit agar angin pada empat sisi dinding masjid Al Ra’iyah ini terafiliasi dengan angin segar,yang mana berfungsi juga untuk menjadikan pertukaran antar sirkulasi udara yang ada di ruang masjid dan terjadi begitu sangat baik, maka sehingga anda pun mungkin tidak bisa merasakan ketika gerah tiba atau pada waktu cuaca sedang panas meski tak dipasangi AC ataupun tambahan lain yakni kipas angin.

Di Bagian tempat imam sengaja tidak dibangun tanpa dinding yang mana bertujuan untuk dapat menggambarkan bahwa setiap makhluk yang menunaikan ibadah shalat maka sejatinya dia akan menghadap Allah.

Selain masjid ini terbilang cukup unik dan juga megah,ternyata juga memiliki fungsi yang begitu artistik, yang mana di setiap lubang-lubang ventilasi tersebut juga terdapat fungsi lain yang mana dapat dijadikan untuk perpindahan suhu udara. Ketika Menjelang malam, yang mana dengan keadaan seperti itu maka lampu-lampu hiasan yang berada di bagian dalam masjid mulai dinyalakan,maka terpancarlah sebuah sinar lampu yang nantinya akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Dan hal semacam ini benar-benar sangat mengagumkan dan sangat indah sekali.

Ada juga fasilitas pendukung lainnya yakni pelataran untuk lahan parkir yang cukup luas yang mana mampu menampung cukup banyak  kendaraan roda dua dan juga roda empat bahkan mampu menampung juga kendaraan besar lainnya seperti bus-bus besar maupun truk tronton.

Di dekat halaman parkir juga dibangun sebuah area cukup luas yang berguna sebagai  taman dan juga terdapat beberapa sumber air yang dijadikan air mancur buatan yang mana masing-masing mempunyai jumlah yang jauh lebih banyak dan akan tampak sangat indah bila malam hari.

Pada malam hari , ratusan lampu LED ini akan memancarkan sinar terang yang sangat benderang sehingga mampu menyedot perhatian para pengguna jalan yang kebetulan melintasi Simpang Lima Pekandangan ini.

Dikunjungi Presiden Joko Widodo

Pada tanggal 6 Juni 2018, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sempat melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid Islamic Center Indramayu, bersama dengan warga muslim Indramayu yang turut hadir dalam kesempatan tersebut. Turut hadir pula untuk mendampingi Jokowi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapto dan ada juga bapak prabowo.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*